tips and trick menjadi Mahasiswa Berprestasi



Siapa yang tidak menginginkan menjadi mahasiswa yang berprestasi? Pasti setiap mahasiswa sejagad raya ini mengiginkan dirinya menjadi seorang mahasiswa yang berprestasi. Menjadi seorang yang dapat dikatakan sebagai agent of social control (agen kontrol sosial), agent of change (agen perubahan), ataupun sebagai agent successor (agen penerus). Dengan segala cara dan berbagai bidang keahlian yang dimiliki setiap pribadinya, mahasiswa dapat menjadi seorang yang berprestasi tanpa mengganggu kegiatan akademik yang tentunya menjadi prioritas utama. Namun tidak sedikit yang tidak bisa memanage waktu sehingga tujuan awal tidak selaras dengan kenyataan.
Berprestasi dibidang non akademik tanpa harus menggangu akademik adalah sebuah kebanggaan untuk diri sendiri, teman disekitar dan terlebih bagi keluarga, memiliki penghasilan sendiri sehingga semua tuntutan biaya diperkuliahan dapat teratasi tanpa harus meminta kepada orang tua, menyelesaikan bangku perkuliahan dengan tepat waktu, memperoleh IPK yang cumloude, dan menjadi pengurus inti sebuah organisasi.
terdengar sangat menggiurkan, namun tidak semudah itu memperolehnya. Butuh banyak perjuangan dan langkah-langkah yang harus dilewati, disini saya akan memberikan beberapa info yang telah saya peroleh dari proses diskusi dengan teman-teman saya, tips and trick bagaimana menjadi mahasiswa yang berprestasi?
Berikut adalah beberapa langkah atau saran yang dapat diikuti untuk menjadi mahasaiswa yang berprestasi:
1.      Tekad dan prioritas
Bedakan antara keinginan dan prioritas. Inilah yang terkadang menjadi masalah utama bagi mahasiswa. Memasuki dunia perkuliaha tentu berbeda pada saat di SMA dulu, di SMA semuanya telah ada yang mengurusi, atau bisa dikatakan masih disuapi, namun berbeda saat dibangku perkuliahan, tentu semua mahasiswa telah mengetahui bahwa didunia perkuliahan itu bebas. Dalam segi pakaianpun bebas (tapi tetap sopan), segalanya bebas, tidak lagi ada istilah dikejar-kejar guru apabila telat atau bahkan tidak mengerjakan tugas. Diperkuliahan justru diri sendirilah yang harus mengejar dosen. Belum lagi godaan-godaan untuk membolos pada jam mata kuliah karena rasa tidak suka pada mata kuliah tersebut atau tidak suka pada dosen yang bersangkutan dan berbagai macam istilah lainnya. Disinilah niat awal seorang mahasiswa diuji, bagaimana seorang mahasiswa dapat membedakan antara keinginan dan prioritas, dengan kebebasasn itu mahasiswa dituntut untu bisa memanage semua itu dengan baik dan tentu harus memiliki tekad yang kuat. Terutama untuk mahasiswa yang menempuh bangku perkuliahan di tempat orang atau dapat dikatakan mahasiswa rantau, mesti diingat kita dikirim orang tua ke tempat baru tersebut untuk kuliah, jangan sampai 30% kuliah dan 70% main/shoping. Milikilah prioritas utama seperti tujuan awal, yaitu kuliah.
2.      Management watu

Tidak sedikit mahasiswa yang justru terjebak dan menjadi mahasiswa abadi di kampus atau kerepotan antara mengurusi tugas dari mata kuliah satu dengan mata kuliah yang lainnya. Itu semua tidak akan terjadi apabila kita memiliki kemampuan untuk memanage waktu, ada baiknya kita memiliki schedule waktu, baik itu harian, mingguan, bulanan, atau tahunan, agar semua yang kita lakukan sudah sesuai rencana dan memenuhi target, adapun selingan yang ingin kita lakukan seperti refreshing bersama teman-teman itu sah sah saja tapi tetap dalam kadar yang cukup, ingat prioritas.

3.      Mandiri

Bila kita tinggal bersama keluarga ataupun tinggal sendiri kata “mandiri” sebaiknya dilakukan. Kegiatan sehari-hari seperti mencuci, menyetrika, dan memasak sudah hal dasar yang harus diketahui. Ada baiknya lagi bila kita mampu mendapatkan penghasilan sendiri. Baik itu bekerja sampingan atau memiliki usaha sendiri. Memiliki usaha sendiri bisa terwujud dengan membentuk usaha, kita bisa ikut pelatihan atau seminar-seminar menjadi usaha muda di kampus dan mengikuti kompetisi-kompetisi menjadi pengusaha muda yang akan dimodali hingga puluhan juta oleh DIKTI dengan membuat proposal usaha.

4.      Gaul

Yang dimaksud dengan gaul disini bukan gaul ala-ala selebritis amerika atau ala rocker. Tapi gaul disini  maksudnya pintar-pintar bergaul dengan teman. Tidak ada salahnya berteman dengan siapa saja. Namun, bukan berarti harus pintar-pintar memilih. Di lingkugan kita banyak orang-orang hebat jadi jangan sungkan untuk selalu mau bergaul dengan mereka. Kenapa tidak kita belajar dari mereka. Seperti dosen atau mahasiswa yang memiliki track record yang cukup baik.

5.      Memiliki Jiwa Sosial

Pintar bukan berarti sibuk dengan diri sendiri. Kita harus memiliki jiwa sosial bergabunglah dengan komunitas sosial atau kamu lakukan sendiri, seperti mengajar secara relawan di sekolah yang dirasa kurang mampu atau mengajar di lingkungan yang dibawah standar atau kegiatan lain. Kegiatan sosial ini merupakan tridarma perguruan tinggi yang tentunya mejadi tugas kita yaitu mengabdi pada masyarakat. Entah dengan memperjuangkan hak rakyat atau dengan membantu mereka dengan pengamplikasian ilmu yang kalian dapatkan.

6.      IPK diatas 3.1

Walaupun ada juga yang beranggapan IPK bukan segalanya. Namun, IPK sebenarnya sangat berpengaruh apalagi kita ingin dipredikat sebagai mahasiswa berprestasi. Dimana hal ini selalu menjadi parameter penilaian. Ada banyak kegiatan atau beasiswa yang mensyaratkan IPK diatas 3.1 misalnya pertukaran mahasiswa antar negara, mahasiswa berprestasi atar universitas, dan lain sebagainya.

7.      Berorganisasi

Terkadang dalam proses wawancara kerja atau yang sejenis, IPK hanya menjadi pengantar pada saat wawancara sebagai persyaratan administrasi. Namun yang akan berpengaruh besar adalah pengalaman kita didalam organisasi, baik organisasi internal atau eksternal. Namanya saja organisasi pasti didalamnya kita dibelajarkan untuk team work dan masih banyak hal lain lagi yang bisa didapatkan di organisasi yang tidak bisa didapatkan di bangku kuliah saja.

8.      Kuatkan Iman

Bila fisik dari makanan, pikiran dari ilmu, dan bathin dari iman. Rajin-rajinlah mengikuti acara peribadahan. Seperti ikut ukm atau lkm yang berhubungan dengan keagamaan. Layaknya umat bergama kita mesti memenuhi kewajiban kita. Dengan memiliki iman yang kuat kita juga akan memiliki rasa kepekaan sosial yang tinggi dan memiliki pencerahan hati serta amal ibadah yang semakin bertambah.

            Sekian tips and trick menjadi mahasiswa berprestasi yang bisa sampaikan, jangan tunda-tunda dan malas apabila ingin menjadi mahasiswa berprestasi, mahasiswa yang baik adalah mahasiswa yang dapat mengatur waktu sebaik mungkin.

Komentar

  1. Nice Info Jangan Lupa Kunjungi http://contohbimbinganskripsi.blogspot.co.id

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer