...
saat manusia menciptakan berbagai macam usaha untuk terciptanya sebuah kesetaraan, dimana tidak terdapatnya rasa: sedih, bahagia, dan cinta. demi terbentuknya sesuatu yang mereka katakan itu "kesucian", sungguh itu telah melawan semua ketetapan Tuhan. kesedihan, kebahagiaan, dan rasa cinta merupakan nikmat yang telah Tuhan berikan untuk manusia. Tuhan memberikan rasa itu secara ABSTRAK, pada siapa dan saat seperti apa merasakannya dengan tepat. dengan adanya hati (rasa), fikiran, dan tubuh merupakan potensi yang telah Tuhan berikan untuk mencari sebuah "kebenaran" yang hakiki, adapun perbedaan, hanya terdapat pada hasil fikiran, bukan Tuhan.
dan keyakinan (yang benar) mampu melihat lebih jauh. seperti angin, sesuatu yang kau rasakan tapi tak bisa kau lihat. jangan mempercayai suatu kebenaran, karena diucapkan oleh orang yang kau segani. aku merasa bodoh, merasa aneh. Tuhan maha sempurna.
dan keyakinan (yang benar) mampu melihat lebih jauh. seperti angin, sesuatu yang kau rasakan tapi tak bisa kau lihat. jangan mempercayai suatu kebenaran, karena diucapkan oleh orang yang kau segani. aku merasa bodoh, merasa aneh. Tuhan maha sempurna.
Komentar
Posting Komentar