Peran Lembaga Dakwah: Sinergi Foundation Dalam Menghadapi MEA
Kegiatan
dakwah sudah dilakukan sejak zaman nabi Adam. Dakwah atau bisa disebut juga
Amar ma’ruf nahi munkar adalah mengajak dari satu keadaan ke keadaan lain yang
lebih baik. Kegiatan dakwah sering kali mendapat tantangan yang cukup berat,
terutama dari gerakan-gerakan yang anti islam. Sudah banyak kisah yang
menceritakan betapa keras dan susahnya kegiatan dakwah ini, bisa dikatakan juga
kegiatan dakwah ini menaruhkan nyawa.
Kegiatan
dakwah aman jika dilakukan di negara yang mayoritas muslim, namun itu tidak
berlaku jika dilakukan di negara yang mayoritas non muslim. Di kutip dari
sebuah jurnal, kebanyakan masyarakat non muslim enggan atau bahkan menolak
kehadiran umat muslim atau sering juga disebut “Islam Phobia”. Masyarakat non muslim menolak mentah-mentah akan
konsep yang ditawarkan islam, karena mereka melihat islam dari
kejadian-kejadian kekerasan yang terjadi di negara barat sana, padahal itu
hanya segelintir orang yang tidak bertanggung jawab dan mengatasnamakan islam.
Justru
islam datang dengan rahmat, sesuai julukannya Rahmat bagi sekalian alam,
buktinya sudah banyak negara non muslim yang memakan cara islam dalam bidang
muamalah, karena setelah di kaji justru banyak kemudahan dan keuntungan jika
sistem islam itu di jalankan.
Melihat
fenomena di atas penulis mencoba memaparkan bagaimana peran sebuah lembaga
dakwah bagi masyarakat. Masyarakat kebanyakan tidak mengetahui bagaimana peran
sebuah lembaga dakwah bagi keberlangsungan hidup bermasyarakat, kebanyakan
masyarakat hanya mengetahui bahwa fungsi lembaga dakwah hanya sebagai sarana
pengajaran agama terhadap masyarakat, sebagai lembaga yang menengahi antar umat
beragama.
Padahal
secara luas lembaga dakwah cukup berperan membantu pemerintah mengurai
kemiskinan di masyarakat dengan beberapa program-programnya, seperti lembaga
Sinergi Foundation yang meluncurkan beberapa program unggulannya dalam bidang
zakat, infaq, shadaqah, yang merupakan langkah dakwah juga dalam kajian fiqh.
Salah satu
Lembaga Dakwah yang sudah dan masih berperan aktif melebarkan dakwahnya adalah
Sinergi Foundation, Nenon Sriwulan Banon, selaku pemegang kebijakan di Sinergi
Foundation bagian Pendidikan yang juga memantau salah satu program unggulan
yaitu Beasiswa Pegiat Dakwah (BPD), BPD merupakan program beasiswa bagi
mahasiswa yang berminat dijalan dakwah, BPD memberikan biaya full untuk
perkuliahan dan juga memberikan pengajaran serta latihan untuk modal berdakwah.
Peran zakat,
infaq, shadaqah sangat membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Salah
satunya, penulis adalah sebagai penerima manfaat dari sistem islam yang di
jalankan.
Selain
beberapa program yang justru sangat unggul, karena memang sudah banyak
dijalankan oleh negara non muslim hanya saja beda pemberian nama, negara non
muslim mengadopsi beberapa teori islam yang justru menguntungkan dan sangat
adil, maka dari itu Sinergi Foundation merasa sangat percaya diri dalam
menghadapi MEA. Sinergi Foundation juga sudah mempersiapkan diri dengan
kedatangan MEA.
“serulah
(manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan
berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah
yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih
mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. (Q.S an-Nahl : 125)
Selaras
dengan makna ayat diatas, dakwah dengan hikmah atau tidak dengan kekerasan
merupakan metode yang sangat efektif, kita dilarang untuk menuduh atau
menyerang seorang atau sekelompok yang tidak sependapat dengan kita. Kedatangan
MEA dengan budaya dan sesuatu yang berbeda tentunya tedapat maksud tertentu
yang diinginkan, sebelum kita yang terbawa, kita perlu memperiapkan diri untuk
mengahdapinya. Melawan MEA dengan cara baik-baik tentunya akan sangat efektif.
Dakwah
sangat penting, terutama dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam dunia bisnis,
dakwah juga diperlukan, dakwah yang bersifat persuasif sangatlah berpengaruh dalam proses
pelaksanaan dakwah tersebut. Tak lupa pula dalam berbisnis, atau bermuamalah
dianjurkan menyesuaikan dengan syariat Islam, terutama bagi para masyarakat
Muslim.
Strategi
pun harus semakin digencarkan, mengingat agenda Masyarakat Komunikasi Asean
(MEA) yang sudah terjadi. Dapat menembus pasar internasional menjadi impian
dalam era MEA ini, maka dari itu komunikasi bisnis yang terjalin haruslah baik
untuk mencapai target yang diinginkan.
Komentar
Posting Komentar