Perintah Allah itu lakukan, bukan pikirkan.
Assallamualaikum..
Dalam kehidupan ini kita memang
dianjurkan untuk melakukannya sesuia dengan syariat islam, islam telah mengatur
segalanya untuk manusia, namun tidak semua manusia mau untuk menjalankannya.
Padahal dengan semua aturan islam sangatlah bermanfaat untuk kehidupan manusia
di muka bumi ini, Alloh mengatur semua untuk manusia kerjakan peritah-Nya,
namun manusia lebih memilih mengerjakan apa yang dia pikirkan, bukan apa yang
Alloh perintahkan. Banyak manusia sengsara di dunia ini, karena dia terlalu
mengedepankan emosi dan pikirannya dia yang berlawanan dengan perintah Alloh,
bukan kita dimaksudkan untuk tidak boleh berpikir, kita bisa bebas saja
berpikir, hanya saja harus sejalan dengan perintah Alloh.
Contoh realnya seperti ini:
Tentang perintah Allah, aturannya adalah “Apa-apa
yang diperintahkan Allah dan Rasul maka LAKSANAKANLAH”, bukan pikirkan. Sebab
setelah dilaksanakan baru tampak buahnya. Contoh sederhananya adalah perintah
untuk bertebaran di muka bumi setelah shalat (Jumat) untuk memperoleh rezeki.
Jika ‘dipikirkan’, maka selesai shalat, seseorang
mikir dulu mau usaha apa? Mau buka warung makan, dia mikir sudah banyak warung
yang buka. Mau buka jasa atau usaha apa saja, dia pikir orang lain sudah
melakukan hal yang sama, jadinya ia tidak berbuat apa-apa.
Sementara jika ‘dikerjakan’, seseorang langsung
keluar. Dari sanalah terbit banyak inspirasi, inovasi, dan action. Ada banyak
hal di dunia ini baru kita nikmati setelah kita kerjakan, bukan pikirkan.
Perintah Allah dan agama, tampaknya ada di wilayah ini. Jika kita berpikir tak
rasional, maka entahlah, apa karena Allah keliru atau otakmu yang terbatas.
Nuh diperintahkan membuat kapal di gunung, Ibrahim
diperintahkan menyembelih anak tercinta, dan Musa diperintahkan melempar
tongkat.

Komentar
Posting Komentar