SEBENARNYA BERSERAH

 Sedang tidak dalam kondisi logis menghamba pada-Nya dan memahami setiap teguran dalam Kalam-Nya. Hanya terbantu oleh siulan istighfar yang sejak sepekan lalu entah siapa yang melafalkannya. Seperti otomatis terdengar dan begitu saja terucap tanpa bisa disadari bagaimana melakukannya. Apakah ini kondisi berserah?

Karena Bukan lagi soal taktik, apalagi mengakali. Ini perihal sebuah kepasrahan. Keberserahan yang sebenar-benarnya. Hanya kepada Allah. Segala di kembalikan, ketika buntu akal ini mencari jalan, maka menyerahkan kepada Allah untuk di Carikan. 

Namun begitu saja pun rasanya malu, sepenake dewek minta dicarikan, selama ini kemana aja?.

Lalu siulan istighfar kembali terdengar, rasanya tenang bercampur haru, katanya "Gausah malu datang ke Rabb mu, Ia siap meski kondisi terburuk sekalipun yg hamba-Nya rasakan, karena Ia Maha Pemurah".

"Widiiihhh lagi tobat nih", entah suara dari kerak neraka sebelah mana yang terdengar hingga ke permukaan. Karena begitulah manusia.

Komentar

Postingan Populer